Sponsor

This Site/Blog is Sponsored by:

Selamat Datang



Selamat Datang di Spalma di Blogspot. Situs ini berisi tulisan/coretan - coretan anak - anak Spalma (semangat 45). Di sini pengunjung bisa membaca/menikmati beragam konten yang kami berikan di sini. Untuk mencari entri yang kalian inginkan bisa dengan menjelajahinya satu per satu atau dengan memasukkan kata kunci pencarian di search box yang ada di sudut kanan atas. Terima kasih dan selamat menjelajahi


Berikan Kami Saran

Artikel ber-katagori apa yang paling kalian sukai?
pollcode.com free polls 

Selasa, 15 Oktober 2013

Tukang Becak, berkurban seekor sapi di hari ied

Keinginan Bambang (51) untuk membeli sapi kurban akhirnya terwujud. Ayah satu orang anak yang sehari-hari bekerja sebagai penarik becak di alun-alun Kota Pasuruan ini mengaku sangat bahagia.
"Alhamduillah, kulo tiyang mboten gadah, tesih saget kurban (Saya orang miskin masih bisa kurban)," kata Bambang, saat ditemui di rumahnya, Senin (14/10/2013) siang.
Saat ditemui di rumahnya Jalan Pucangan Nomor 9 RT 4 RW 4, Kecamatan Purworejo, Bambang menceritakan bagaimana akhirnya ia bisa membeli seekor sapi seharga Rp 13 juta.
Bambang menuturkan, uang yang dia gunakan adalah hasil pendapatan setiap hari dari penghasilannya menarik becak selama lebih dari lima tahun. Bambang mengatakan, sehari-hari dia berangkat menarik becak dari sekitar pukul 06.00 sampai pukul 12.00.
Maklum, usianya yang menginjak 50 tahun, membuatnya tak mampu mengayuh becak terlalu lama. Dalam satu hari, biasanya dia mendapat hasil sebanyak Rp 20.000-Rp 50.000. "Ya kadang Rp 20.000, kalau pas ramai bisa Rp 50.000," katanya.
Bambang mengaku juga mempunyai dua pelanggan tetap, yaitu seorang pelajar SDN Pakuncen, dan pelajar SMPN 5 Pasuruan. Setiap hari, dia mengantar jemput dua pelajar itu.
Sekali antar, dia mendapat upah Rp 3.000. Uang bayaran atau upah tersebut, biasa dia ambil seminggu sekali, untuk dimasukkan ke dalam kotak penyimpanan di jok becak miliknya.
Pria yang mengaku tak pernah mengenyam pendidikan ini, menambahkan, selain uang dari hasil keringatnya, ia juga dibantu istrinya Mahmuda (46), yang bekerja sebagai tukang pijat. Istrinya, mendapat upah Rp 15.000 hingga 20.000 untuk satu orang yang dipijat.


read more

Berlangganan Artikel via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 

Dapatkan Semua Update Dari Facebook. Tinggal Klik Tombol Like